• Sabda Rasulullah shallallahu ’alahi wassalam yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dari ’Aisyah, (artinya) : ”Hai Asmaa! Sesungguhnya perempuan itu apabila telah dewasa/sampai umur, maka tidak patut menampakkan sesuatu dari dirinya melainkan ini dan ini.” Rasulullah Shallahllahu ’alaihi wassalam berkata sambil menunjukkan muka dan kedua telapak tangan hingga pergelangan tangannya sendiri.

  • Ada seorang sahabat menuturkan kisahnya. Dia bernama Budiman. Sore itu ia menemani istri dan seorang putrinya berbelanja kebutuhan rumah tangga bulanan di sebuah toko swalayan. Usai membayar, tangan-tangan mereka sarat dengan tas plastik belanjaan. Baru saja mereka keluar dari toko swalayan, istri Budiman dihampiri seorang wanita pengemis yang saat itu bersama seorang putri kecilnya. Wanita pengemis itu berkata kepada istri Budiman, "Beri kami sedekah, Bu!"

  • Dalam konteks ini Al Qur'an dan as sunnah adalah merupakan sumber hukum dan dalil hukum, sedangkan selain dari keduanya seperti al ijma, al qiyas dan lain-lainnya tidak dapat disebut sebagai sumber, kecuali hanya sebagai dalil karena ia tidak dapat berdiri sendiri.

  • Setiap orang pasti sering mendengar ungkapan “Don't judge a book by its cover” bahkan bisa dibilang ungkapan yang satu ini termasuk hal yang sangat populer di dunia barat di berbagai buku, ceramah, bahkan wikipedia. situs yang memuat data atas sesuatu dengan sangat ringkas dan akurat Menurut wikipedia kata-kata itu bermakna “don’t determine the worth of something based on its appearance” Kalo di Indonesiakan

ARTIKEL TERBARU

Rss

Rabu, 27 Agustus 2014
Curhat Seorang Akhwat: Ketika Merasakan Cinta

Curhat Seorang Akhwat: Ketika Merasakan Cinta

Curhat Seorang Akhwat: Ketika Merasakan Cinta
Cinta merupakan anugrah dari yang Maha Kuasa...
Ketika Akhwat Merasakan Cinta...
Tak sedikit akhwat yang terusik keimanannya terhadap Rabb-nya karena cinta kepada manusia...
Berikut ini adalah curhat seorang akhwat ketika sedang jatuh cinta...

Akhwat merasakan cinta...

Tak ada yang aneh, mereka juga adalah manusia.
Bukankah cinta adalah fitrah manusia?
Tak pantaskah akhwat jatuh cinta?
Mereka juga punya hati dan rasa...

Tapi tahukah kalian betapa berbedanya mereka saat cinta seorang lelaki menyapa hatinya?

Tak ada senyum bahagia, tak ada rona malu di wajah, tak ada buncah suka di dada...

Namun sebaliknya...

Ketika akhwat merasakan cinta...



Yang mereka rasakan adalah penyesalan yang amat sangat, atas sebuah hijab yang tersingkap.

Ketika lelaki yang tak halal baginya, bergelayut dalam alam fikirnya, yang mereka rasakan adalah ketakutan yang begitu besar akan cinta yang tak suci lagi..

Ketika rasa rindu mulai merekah di hatinya, yang mereka rasakan adalah kesedihan yang tak terperih akan sebuah asa yg tak semestinya..

Tak ada senyum bahagia, tak ada rona malu..

Yang ada adalah malam-malam yang di penuhi air mata penyesalan atas cintaNya yang ternodai..

Yang ada adalah kegelisahan, karena rasa yang salah arah..

Yang ada adalah penderitaan akan hati yang mulai sakit..

Saat akhwat merasakan cinta...

Bukan harapan untuk bertemu yang mereka nantikan, tapi yang ada adalah rasa ingin menghindar dan menjauh darinya...

Tak ada kata-kata cinta, dan rayu... Yang ada adalah kekhawatiran yang amat sangat...

akan hati yang mulai merindukan lelaki yang belum halal atau bahkan tak akan pernah halal baginya...

Ketika mereka merasakan cinta, maka perhatikanlah,

kegelisahan di hatinya yang tak mampu lagi memberi ketenangan di wajahnya yang dulu teduh...

Mereka akan terus berusaha mematikan rasa itu bagaimanapun caranya...

Bahkan kendati dia harus menghilang, maka itu pun akan mereka lakukan...

Alangkah kasihannya jika akhwat jatuh cinta... Karena yang ada adalah penderitaan...

Tapi ukhti.. Bersabarlah.. Jadikan ini ujian dari Rabb-mu..

Matikan rasa itu secepatnya...

Pasang tembok pembatas antara kau dan dia...

Pasang duri dalam hatimu agar rasa itu tak tumbuh bersemai...

Cuci dengan air mata penyesalan akan hijab yang tersingkap...

Putar balik kemudi hatimu, agar rasa itu tetap terarah pada Rabb-mu...

Pupuskan rasa rindu padanya dan kembalikan dalam hatimu rasa rindu akan cinta Rabb-mu..

Ukhti.. Jangan khawatir kau akan kehilangan cintanya... Karena bila memang kalian di takdirkan bersama,

maka tak akan ada yang dapat mencegah kalian bersatu..

Tapi ketahuilah, bagamanapun usaha kalian untuk bersatu, jika Allah tak menghendakinya,
maka tak akan pernah kalian bersatu..

Ukhti.. Bersabarlah.. Biarkan Allah yg mengaturnya.. Maka yakinlah.. Semuanya akan baik-baik saja..

Sumber : Catatan Ummu Sa'ad 'Aztriana'
Keyword: Curhat Seorang Akhwat: Ketika Merasakan Cinta
Jumat, 22 Agustus 2014
Restu Orang Tua yang Tak Ternilai

Restu Orang Tua yang Tak Ternilai

Restu Orang Tua
Sebuah kisah kali ini tentang Restu Orang Tuadalam hidup ini yang tak ternilai harganya.
cerita yang Insya Allah bisa mendidik kita
agar lebih baik bermuamalah terhadap orang tua

Dikisahkan ada Orang tua yang tidak lagi memiliki
pekerjaan karena usianya yang tidak produktif lagi
untuk berkerja.  Dia sudah kehilangan kekuatannya
dan juga penglihatannya. Bahkan dia tidak bisa
memegang sendok makan dengan benar, tak jarang
dia menjatuhkan banyak makanan di lantai
dari pada memasukkan makanan ke dalam mulutnya.

Anak tertuanya dan menantunya selalu mengingatkan
orang tua itu agar berhati-hati ketika makan.
sering sekali mereka berdua marah-marah kepada
orang tua itu apa lagi ketika makanan tercecer
di lantai hingga akhirnya sang anak dan menantunya
memutuskan untuk memisahkan meja makan mereka
dan orang tua itu.

Cucunya yang bernama Hasan sangat sedih melihat
apa yang dilakukan kedua orang tuanya itu.
maka terbesitlah dalam hatinya untuk memberi
kedua orang tuanya pelajaran secara bijak
yang mudah-mudahan bisa membuat mereka berdua
sadar atas kesalahan mereka itu.

Suatu hari, Saat makan bersama keluarganya
Sang Orang tua mereka secara tidak sengaja
menjatuhkan piringnya. Maka tampaklah wajah
amarah putranya dan menantunya itu. mereka
berdua pun mengomeli sang orang tua hingga
sakitlah hati orang tua yang tidak lain
adalah ayah mereka.

Pada Suatu hari, Sang anak dari orang tua
yang sudah tua itu melarang sang istri
untuk tidak meletak buah-buahan di dalam
piring plasik, dan menyuruhnya untuk
membuang semua piring pelastik milik
mereka ke tong sampah.

Saat itu juga anaknya Hasan menggambil
2 piring pelastik yang telah dibuang
ibunya di tong sampah. Melihat sang anak
mengambil piring itu lagi dia pun bingung.

Melihat kebingungan ibunya, hasan pun berkata,

" Wahai Ibu aku mengambil 2 piring pelastik ini
untuk ayah dan ibu ketika sudah tua nanti
sebagaimana ayah dan ibu memperlakukan
kakek seperti itu".

Ayah dan ibu Hasan pun merasa malu atas apa
yang mereka lakukan kepada orang tuanya.
Mereka pun mengajak kembali orang tuanya
untuk kembali makan satu meja dengan keluarnya

Sahabat..

Mari kita pelakukan orang tua kita dengan baik
sebenarnya tidak ada yang membanggakan orang tua
kita selain perlakuan kita yang baik kepada mereka
saat orang tua kita tidak bisa melakukan apa-apa lagi

Mari kita sadari bahwa doa orang tua dan restu
mereka kepada kita dalam menjalani dinamika
kehidupan sangatlah berarti dan tak ternilai
harganya.

Rasulullah SAW bersabda, Ridho Allah SWT
berada dalam Ridho orang tua, dan kemurkaan
Allah SWT berada dalam kemurkaan orang tua".

HR Tirmidzy

Begitulah Allah SWT memberikan derajat
yang tinggi kepada orang tua. kita sebagai
seorang anak hendaklah tidak pernah
membuat mereka berdua murka atas apa
yang kita lakukan dalam hidup ini.

Teruslah meminta dua kedua orang tua
dalam setiap urusan dan keputusan-keputusan
penting dalam hidup ini. Jangan pernah kecewakan
mereka apa lagi menyakiti hati mereka
dengan tindakan atau pun perkataan yang tidak
beradab.

Kang Robby
TOP