• Sabda Rasulullah shallallahu ’alahi wassalam yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dari ’Aisyah, (artinya) : ”Hai Asmaa! Sesungguhnya perempuan itu apabila telah dewasa/sampai umur, maka tidak patut menampakkan sesuatu dari dirinya melainkan ini dan ini.” Rasulullah Shallahllahu ’alaihi wassalam berkata sambil menunjukkan muka dan kedua telapak tangan hingga pergelangan tangannya sendiri.

  • Ada seorang sahabat menuturkan kisahnya. Dia bernama Budiman. Sore itu ia menemani istri dan seorang putrinya berbelanja kebutuhan rumah tangga bulanan di sebuah toko swalayan. Usai membayar, tangan-tangan mereka sarat dengan tas plastik belanjaan. Baru saja mereka keluar dari toko swalayan, istri Budiman dihampiri seorang wanita pengemis yang saat itu bersama seorang putri kecilnya. Wanita pengemis itu berkata kepada istri Budiman, "Beri kami sedekah, Bu!"

  • Dalam konteks ini Al Qur'an dan as sunnah adalah merupakan sumber hukum dan dalil hukum, sedangkan selain dari keduanya seperti al ijma, al qiyas dan lain-lainnya tidak dapat disebut sebagai sumber, kecuali hanya sebagai dalil karena ia tidak dapat berdiri sendiri.

  • Setiap orang pasti sering mendengar ungkapan “Don't judge a book by its cover” bahkan bisa dibilang ungkapan yang satu ini termasuk hal yang sangat populer di dunia barat di berbagai buku, ceramah, bahkan wikipedia. situs yang memuat data atas sesuatu dengan sangat ringkas dan akurat Menurut wikipedia kata-kata itu bermakna “don’t determine the worth of something based on its appearance” Kalo di Indonesiakan

ARTIKEL TERBARU

Rss

Kamis, 27 November 2014
Kisah Seorang Pawang Dengan Seekor Ular Naga

Kisah Seorang Pawang Dengan Seekor Ular Naga

Kisah Seorang Pawang Dengan Seekor Ular Naga
Artikel kali ini menceritakan kisah seorang pawang dengan seekor ular naga. Yang insyAllah akan bermanfaat dan bisa kita ambil hikmah dari cerita inspiratif berikut.

***

Alkisah, ada seorang pawang ular ternama pergi ke daerah pegunungan untuk menangkap ular dengan keahliannya. Saat itu, salju turun dengan sangat deras. Pawang itu pun mencari ke setiap sudut gunung untuk menemukan ular yang besar. Setelah beberapa lama, akhirnya ia menemukan bangkai ular naga yang amat sangat besar.

Pawang itu senang sekali dan ia ingin menyombongkan tangkapannya dihadapan seluruh penduduk kota. Ia membungkus naga itu dan membawanya ke Baghdad untuk dipertontonkan. Turunlah ia dari gunung dengan menyeret ular sebesar pilar istana. Ia sampai di kota dan segera menceritakan kehebatannya kepada setiap orang yang ia temui. Ia katakan bahwa ia telah bergumul dan berkelahi habis-habisan sampai ular itu mati di tangannya.

Masalahnya, ternyata ular naga itu tidak benar-benar mati. Ia hanya teridur karena kedinginan akibat salju yang sangat tebal. Si pawang tak mengetahui hal ini. Ia malah mengadakan pertunjukan untuk umum di tepian sungai Tigris.

Berduyun-duyun orang datang dari seluruh penjuru kota untuk melihat pemandangan luar biasa; seekor ular naga dari gunung yang mati di tangan seorang pawang ular. Semua orang mempercayai cerita pawang ular itu dan mereka tak sabar ingin melihat binatang yang langka ini. Semakin banyak pengunjung, semakin besar pula pemasukan yang didapat sang pawang. Oleh karena itu, pawang itu menunggu lebih banyak lagi orang yang datang sebelum ia membuka bungkusan ular naga. Dalam waktu singkat, tempat itu sesak dipenuhi para pengunjung.

Sang pawang lalu mengeluarkan ular besar itu dari kain wol yang membalutnya selama perjalanan dari gunung. Meskipun ular itu diikat kuat dengan tambang, sinar mentari Irak yang terik telah menerpa bungkusan ular itu selama beberapa jam, dan kehangatan itu mengalirkan kembali darah di tubuh ular. Perlahan-lahan, sang naga terbangun dari tidurnya yang panjang. Begitu ular itu bangun, ia segera meronta dari ikatan tambang yang melilitnya.

Para penonton menjerit ketakutan. Mereka berhamburan lari ke berbagai arah dengan paniknya. Kini, naga itu telah lepas dari ikatan dan ia mengaum keras seperti seekor macan. Banyak orang terbunuh dan terluka karena peristiwa ini. Si pawang ular berdiri terpaku ketakutan. Ia menjerit-jerit, "Oh Tuhan, apa yang telah aku lakukan ? Apa yang telah aku bawa dari gunung ?" Ular naga lalu melahap sang pawang dalam sekali telan. Dengan cepat ia menyedot darahnya dan meremukkan tulang-tulangnya seperti ranting-ranting kering.

Sobat...

Ular naga adalah perlambang nafsu lahiriah. Bagaimana matinya ular itu ? Nafsu hanya dapat beku dengan penderitaan dan kekurangan. Berilah nafsu itu kekuatan dan hangatnya sinar mentari, maka ia akan terbangun. Biarkan ia beku dalam salju dan ia takkan pernah bergerak. Namun bila kau melepaskannya dari ikatan, ia akan melahapmu bulat-bulat. Ia akan meronta liar dan menelan semua hal yang ia temui. Kecuali kau sekuat Musa dengan tongkat mukjizatnya, ikatlah selalu ular nagamu dalam lilitan keimanan.

Sumber: https://www.facebook.com/KumpulanKisahIslamiPenuhHikmah
Keyword: Kisah Seorang Pawang Dengan Seekor Ular Naga
Sabtu, 04 Oktober 2014
Ketika Membaca Al-Quran

Ketika Membaca Al-Quran




Sebuah cerita hikmah kali ini tentang 
ketika membaca AlQuran. Ada Seorang 
Muslim tua Amerika bertahan hidup 
di suatu perkebunan di suatu pegunungan 
sebelah timur Negara bagian Kentucky 
dengan cucu lelakinya yg masih muda. 

Setiap pagi Kakek bangun lebih awal 
dan membaca Al Quran di meja makan 
di dapurnya. 

Cucu lelaki nya ingin sekali menjadi 
seperti kakeknya dan mencoba 
untuk menirunya dalam cara apapun 

Suatu hari sang cucu nya bertanya, 
“Kakek! Aku mencoba untuk membaca
 Al Qur’An seperti yang kamu lakukan 
tetapi aku tidak memahaminya, 
dan apa yang aku pahami 
aku lupakan secepat aku menutup buku.

Apa sih kebaikan dari membaca Al Qur’An?
Dengan tenang sang Kakek dengan meletakkan 
batubara di dasar keranjang, memutar sambil 
melobangi keranjang nya ia menjawab, 

“Bawa keranjang batubara ini ke sungai 
dan bawa kemari lagi penuhi dengan air.

” Maka sang cucu melakukan seperti 
yang diperintahkan kakek, tetapi semua 
air habis menetes sebelum tiba di depan rumahnya.

Kakek tertawa dan berkata, “Lain kali kamu 
harus melakukukannya lebih cepat lagi,

” Maka ia menyuruh cucunya kembali 
ke sungai dengan keranjang tersebut 
untuk dicoba lagi. 

Sang cucu berlari lebih cepat, 
tetapi tetap, lagi-lagi keranjangnya 
kosong sebelum ia tiba di depan rumah. 
Dengan terengah-engah, ia berkata 

kepada kakek nya bahwa mustahil membawa air 
dari sungai dengan keranjang yang sudah dibolongi,
maka sang cucu mengambil ember sebagai gantinya.

 Sang kakek berkata, “Aku tidak mau ember itu; 
aku hanya mau keranjang batubara itu. 
Ayolah, usaha kamu kurang cukup, 

maka sang kakek pergi ke luar pintu 
untuk mengamati usaha cucu laki-lakinya itu. 
Cucu nya yakin sekali bahwa hal itu mustahil, 
tetapi ia tetap ingin menunjukkan kepada kakek nya, 
biar sekalipun ia berlari secepat-cepatnya, 
air tetap akan bocor keluar sebelum ia sampai ke rumah.

Sekali lagi sang cucu mengambil air ke dalam sungai 
dan berlari sekuat tenaga menghampiri kakek, 
tetapi ketika ia sampai didepan kakek keranjang 
sudah kosong lagi. Sambil terengah-engah ia berkata, 
” Lihat Kek, percuma!” “Jadi kamu pikir percuma?” Jawab kakek.

Kakek berkata, “Lihatlah keranjangnya.
” Sang cucu menurut, melihat ke dalam 
keranjangnya dan untuk pertama kalinya 
menyadari bahwa keranjang itu sekarang berbeda. 

Keranjang itu telah berubah dari keranjang batubara 
yang tua kotor dan kini bersih, luar dalam. 
“Cucuku, hal itulah yang terjadi 

ketika kamu membaca Al Qur’An. 

Kamu tidak bisa memahami atau ingat segalanya, 
tetapi ketika kamu membaca nya lagi, 
kamu akan berubah, luar dalam. 
Itu adalah karunia dari Allah di dalam hidup kita.”

Sahabat..

Al-Quran Adalah pedoman hidup setiap insan

sebagai seorang yang beriman kepada Allah
hendaklah membaca Alquran dan memahami

makna-makananya.

Kita mungkin tidak selalu faham apa

yang kita baca, tapi percayalah
ada hikmah dan ketenangan hati
jika kita ikhlas membaca Al-quran..

Semoga Alquran bisa menjadi

syafaat bagi kita, dihari pembalasan..

Amin Ya Rabbal Alamin....

Kang Robby
TOP