Cerita Inspiratif 12 Hikmah Berguru Pada Alam

AkhbarIslam.com-Rahasia Alam semesta yang teramat luas ini takkan pernah mampu diungkap secara ilmiah seluruhnya. Artikel ini akan membahas tentang Cerita Inspiratif 12 Hikmah Berguru Pada Alam. Tapi sifat dasar manusia yang selalu penasaran dan memiliki rasa ingin tahu yang tak kalah besar, membuat kita terus berusaha mengungkap setiap rahasia ilmu pengetahuan yang terkandung didalamnya.

 Cerita Inspiratif 12 Hikmah Berguru Pada Alam
 Cerita Inspiratif 12 Hikmah Berguru Pada Alam

 Cerita Inspiratif 12 Hikmah Berguru Pada Alam

"Alam takambang, jadi guru...!!!.
“Pasti ada tujuannya” gumam hatiku, saat berhening di alam. “Apa ya maknanya?” otak mulai mencari tahu. Dan, alampun mulai mengajariku… Tanpa kata, tanpa suara, hanya senyap dan hening, namun berlimpah warna indah. Alam semesta sungguh sebuah karya yang luar biasa. Sungguh ciptaan yang menakjubkan. Sungguh, Allah Maha Besar… Karena ini adalah pengalaman pribadi, tentu boleh saja berbeda hikmah dari buah alam pikiran Anda. Urutan proses yang saya lakukan, biasanya seperti ini.
* Saya mengamati sesuatu di alam ini.
* Saya memotret dengan fungsi MAKRO ke objek yang diselami, dari berbagai sudut sebanyak yang dirasa.
* Merenung, merenung dan merenung mencari hikmah.
* Berdiam, membiarkan alam yang bicara.
* “Aha” tiba-tiba muncullah sang hikmah berupa kata.
* Kata yang bisa memprogram rasa sang jiwa, itulah pengalaman terapan NLP bagi diri saya.
Berikut ini potongan atau cuilan dari sekian banyak buah-buah hikmah yang bisa dipetik oleh kecilnya diriku sebagai manusia, tentang guru alam dan alam guru.

1. Berguru pada Pohon Bambu

Terus membangun fondasi agar tetap kokoh… Terus membangun ruas demi ruas yang ulet hingga menjulang sangat tinggi… Mengikuti ke mana pun terpaan angin, tanpa melawan, namun tetap kembali ke tempat semula. Pohon bambu mengajarkan pada kita tentang Kesabaran untuk membangun, perlu waktu untuk Kekokohan, Berprinsip namun tetap Lembut…

2. Berguru pada Pelangi Pelangi akan bersinar indah setelah air hujan turun… Demikian pun sukses akan bersinar indah setelah air mata kegagalan turun… Kegagalanlah yang membuat sukses menjadi bermakna dan berhikmah…

3. Berguru pada Bunga Teratai Air bersih bukanlah pilihan hidup bunga teratai. Alam mengatur sedemikian rupa agar warna teratai terlihat. Itulah dia, teratai. Tetap memancarkan sinar lembut indah. Walau tumbuh di dalam air yang berlumpur.

4. Berguru pada Laba-Laba Usaha yang terus-menerus serta kesabaranlah yang membuat laba-laba terus bertahan hidup sampai ajal memanggilnya.

5. Berguru pada Daun Talas

* Engkau mampu menampung air, namun engkau tidak menyerap air.
* Air yang datang kepadamu. Tidak ada niat kau miliki.
* Melainkan kau kembalikan ke bumi
* Tidak mengambil yang tidak kau butuhkan.
* Hanya menyerap sesuai kebutuhan.

6. Berguru pada Padi

* Saat muda terus menjulang tinggi.
* Setinggi harapan yang bisa digapai.
* Mengisi dan terus mengisi si kantong padi.
* Terus terisi dan terus merunduk.
* Makin berisi, makin menunduk.

7. Berguru pada Semut

* Kerjasamamu sudah terkenal dari dunia ada.
* Ketekunanmu selalu menjadi bincangan.
* Kekuatanmu mengangkat lebih dari tubuhmu, mengagumkan!
* Kekompakan kelompokmu, jadi ulasan para motivator.
* Kehebatanmu bahkan dibuat film animasi.
* Namun, yang kukagumi adalah…
* Walaupun manusia mengagumimu.
* Engkau tetap sederhana dan terus berkarya.
* Tak peduli omongan orang akan kehebatanmu.
* Berkarya sesuai rancangan indah sang Pencipta.

8. Berguru pada Anjing.

* Engkau tidak paham siapa tuanmu.
* Apakah tuanmu orang baik.
* Apakah tuanmu penjahat.
* Apakah tuanmu pencuri.
* Siapapun yang memberimu makan.
* Siapapun yang merawatmu. Itulah tuanmu.
* Dialah yang layak kau berikan cintamu.
* Kibasan ekor cintamu yang tanpa pamrih.
* Menyambut tuanmu yang datang hampirimu.
* Setia, setia dan setia…

9. Berguru pada Pohon Kelapa

* Daun mudamu dirajut bungkus ketupat.
* Janur mudamu diumbai tanda bahagia.
* Batang daun dikumpul satu menjadi sapu.
* Sapu lidi disebutnya. Menyapu fungsinya.
* Pelepahpun diduduk, diseret gembira anak-anak.
* Terseret luka untuk mengajarkan kerja sama.
* Sabut kelapa lembut pembersih piring dan gelas.
* Arang batok kelapa membuat senyum tukang sate Madura.
* Air kelapa hijau menjadi obat pembuang racun tubuh.
* Air kelapa muda menjadi sahabat segar sang dahaga.
* Santan kelapa tua menjadi sahabat semua dapur.
* Muda berguna, tuapun tetap berguna. Ah, luar biasa!
* Saat pohonmu kecil, indah dilihat.
* Saat pohonmu besar, kuat menjaga pantai.
* Saat daunmu lebat, rindang berteduh.
* Dari atas sampai bawah, engkau berguna.
* Dari muda sampai tua, engkaupun berguna.
* Ah, memang pengabdian adalah misi muliamu.

10. Berguru pada Burung Pipit.

* Makan hanya satu demi satu butiran.
* Makan hanya untuk berkarya.
* Dengan jeli menilik dahan-dahan kering.
* Dengan tekun, diangkut ke tempat aman.
* Disusun potong demi potong.
* Membentuk tempat aman untuk pelanjut.
* Nyaman dan hangat untuk hidup si pelanjut.
* Sampai saatnya si pelanjut hadir bercuit.
* Karya kehidupanpun terus berlanjut.

11. Berguru pada Pohon Singkong

* Dimanapun engkau bisa tumbuh.
* Akarmu bergerak mengikuti alam bumi.
* Dirawat atau tidak, engkau terus bergerak.
* Terus bergerak ke atas ikuti waktu.
* Terus mengembang di tanah ikuti waktu.
* Sampai saat siap. Siap siangkat. Siap dipanen.
* Walau terus disiram, walau terus ditiup.
* Waktulah yang tentukan.
* Ya, semua ada waktunya.
* Ada waktu menanam.
* Ada waktu memupuk.
* Ada waktu panen.
* Sabar, sabar dan sabarlah…

12. Berkaca di depan diri.

“Alam takambang, jadi guru…”
* Lalu, sobatku!
* Apa yang kau takutkan?
* Gapailah mimpimu! Kejarlah citamu!
* Disekitarmu ada semua gurumu!
* Mereka tidak bisu. Mereka selalu seyum.
* Namun, memang senyum yang penuh arti.
* Dan, hanya hati jernih yang bisa mengerti.
* Jernihkan hatimu, rahasia alampun terbuka.

Itulah tadi sepegal Cerita Inspiratif 12 Hikmah Berguru Pada Alam semoga bermanfaat.
loading...

0 komentar