Definisi dan Panduan Lengkap Shalat Hajat Beserta Niat dan Doanya

AkhbarIslam.Com - Shalat Hajat adalah salah satu shalat sunnah untuk mengharapkan sesuatu yang kita hajatkan tercapai. Di artikel ini, Definisi dan Panduan Lengkap Shalat Hajat Beserta Niat dan Doanya akan dijelaskan secara terperinci. Panduan Lengkap Shalat Hajat ini diharapkan dapat bermanfaat bagi kita semua.

Banyak dalil yang membahas mengenai disunnahkannya Shalat Hajat. Meski Rasulullah tidak secara gamblang memberikan nama shalat hajat pada pelaksanaan shalat tersebut, akan tetapi para ulama sepakat jika shalat yang dimaksud adalah shalat hajat.

Shalat Hajat adalah shalat yang dilakukan oleh seorang muslim saat memiliki hajat tertentu dan ingin dikabulkan. Shalat hajat dicontohkan Rasulullah SAW sehingga dasar hukum sunnah dan penganjurannya pun memiliki kekuatan yang juga disepakati oleh para ulama.

Sebagaimana ibadah-ibadah lain, maka shalat hajat pun terikat oleh beberapa aturan. Sehingga meski dalam tatanan ibadah yang hukumnya sunnah, namun tetap dalam koridor sebagaimana yang telah Rasulullah SAW contohkan.

Nah disini kita bisa mengetahui setidaknya dua hal penting yang berkaitan dengan sholat hajat, yaitu motivasi yang melatar belakangi dilaksanakannya sholat hajat dan waktu yang tepat untuk dilaksanakannya sholat hajat.

Definisi dan Panduan Lengkap Shalat Hajat Beserta Niat dan Doanya
Ilustrasi : Definisi dan Panduan Lengkap Shalat Hajat Beserta Niat dan Doanya

Latar Belakang Menjalankan Shalat Hajat

Hajat sendiri memiliki makna kebutuhan, dengan demikian secara harfiyah sholat hajat berarti sholat untuk meminta kepada Allah untuk memenuhi segala hal yang kita saat itu butuhkan. Dari pengertian ini maka kita bisa mengambil kesimpulan, jika shalat hajat dilaksanakan ketika kita menghadapi berbagai kebutuhan dan tengah menghadapi masalah serta membutuhkan pertolonganNya.

Dalam penjelasan sebelumnya pun, kita mengetahui jika hadits yang dikutip menceritakan tentang seorang yang buta, yang meminta didoakan oleh Rasulullah SAW. Maka seketika Rasulullah SAW menganjurkannya untuk berwudhu dengan wudhu yang terbaik dan melaksanakan shalat dua rakaat.

Sementara di hadits yang lain disebutkan dengan lebih jelas jika shalat hajat dilaksanakan ketika ada kebutuhan. Kutipan hadist tersebut adalah, “Barang siapa yang mempunyai kebutuhan kepada Allah atau kepada seseorang dari bani Adam, maka berwudhulah dan perbaikilah wudhunya kemudian shalatlah dua rakaat.

Di hadist yang lain Rasulullah SAW bersabda, “Siapa yang berwudhu dan sempurna wudhunya, kemudian shalat dua rakaat dan sempurna rakaatnya, maka Allah berikan apa yang ia pinta cepat atau lambat.” (HR. Ahmad)

Waktu Terbaik Melaksanakan Shalat Hajat

Berikutnya maka timbul pertanyaan lain, kapan waktu yang tepat untuk melaksanakan sholat hajat ? Diperhatikan dari berbagai hadist yang telah dikemukakan diatas, maka secara umum sebenarnya tidak ada batasan waktu untuk melaksanakan shalat hajat tersebut.

Pelaksanaan shalat hajat yang tidak memiliki batasan waktu tersebut, mengikuti sebab yang melatar belakangi dilaksanakannya shalat hajat tersebut. Sebagaimana yang kita ketahui, terkadang beberapa kebutuhan dan permasalahan datang secara tiba-tiba tanpa mengenal waktu dan tempat.

Dari beberapa hadist yang dikemukakan diatas pun, diketahui jika Rasulullah SAW langsung menyuruh berwudhu dan melaksanakan shalat ketika para sahabatnya menghadapi hajat. Hal ini menunjukan jika memang shalat hajat tidak terikat oleh batasan waktu tertentu.

Akan tetapi, harap diperhatikan juga pada waktu-waktu yang terlarang untuk melaksanakan sholat. Beberapa waktu terlarang dalam melaksanakan sholat diantaranya pada waktu setelah shalat ashar dan setelah shalat shubuh hingga menjelang syuruq.

Setelah kita mengenal sholat hajat dan memahami latar belakang untuk melaksanakannya, maka kita harus mengetahui tata cara pelaksanaan sholat hajat yang sesuai dengan yang Rasulullah SAW contohkan.

Definisi dan Panduan Lengkap Shalat Hajat Beserta Niat dan Doanya

Niat

Kaidah fiqih secara umum menyebutkan bahwa setiap amalan harus di awali dengan niat. Pun sama halnya dengan sholat hajat, tanpa niat pelaksanaan sholat hajat ini menjadi tertolak.

Pada dasarnya, semua niat bertempat di hati. Akan tetapi ada pula ulama yang berpendapat jika niat tersebut sunnah untuk di bacakan secara zahar (jelas) dengan lisan.

Niat di dalam hati adalah dengan cara menghadirkan keinginan dan kesiapan untuk melaksanakan sholat hajat. Sementara secara lisan, niat sholat hajat berbunyi,

USHOLLI SUNNATAL HAAJATI RAK’ATAINI LILLAHI TA’ALA

Artinya : Aku (niat) sholat sunat hajat 2 rakaat karena Allah ta’ala Tata cara Shalat Hajat

Pada dasarnya tata cara sholat hajat sama saja dengan tata cara sholat pada umumnya. Sholat hajat dilaksanakan sebanyak minimal 2 rakaat dan paling banyak sebanyak 12 rakaat. Dengan salam setiap 2 rakaatnya.

Adapun bacaan surat yang harus di baca, pada hadits yang telah kita ketahui tidak ada surat khusus yang mesti dibaca. Artinya surat atau ayat apapun bisa kita baca di dalam sholat hajat. Meski demikian ada beberapa ulama yang memberikan pendapat, bahwa terdapat beberapa surat yang sunnah di baca ketika di dalam shalat hajat, seperti surat Al-Kafiruun di rakaat pertama dan surat Al-Ikhlas di rakaat kedua.

Kumpulan Doa Setelah Sholat Hajat

Dikutip dari situs fiqhmenjawab.com, setidaknya ada dua do’a hajat yang telah di contohkan oleh Rasulullah, yaitu,

Doa Setelah Shalat Hajat 1

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ وَأَتَوَجَّهُ إِلَيْكَ بِمُحَمَّدٍ نَبِيِّ الرَّحْمَةِ. يَا مُحَمَّدُ، إِنِّي قَدْ تَوَجَّهْتُ بِكَ إِلَى رَبِّي فِي حَاجَتِي هَذِهِ لِتُقْضَى. اللَّهُمَّ فَشَفِّعْهُ فِيَّ

Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu dan menghadap kepada-Mu dengan Muhammad Nabiyyurrahmah. Wahai Muhammad, sesungguhnya aku menghadap kepada Rabbku denganmu dalam kebutuhanku ini agar ditunaikan. Ya Allah, terimalah syafa’atnya untukku.

Doa Shalat Hajat 2

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ الْحَلِيمُ الْكَرِيمُ، سُبْحَانَ اللهِ رَبِّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ، الْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، أَسْأَلُكَ مُوجِبَاتِ رَحْمَتِكَ وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ وَالْغَنِيمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ وَالسَّلاَمَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ، لاَ تَدَعْ لِي ذَنْبًا إِلاَّ غَفَرْتَهُ وَلاَ هَمًّا إِلاَّ فَرَّجْتَهُ وَلاَ حَاجَةً هِيَ لَكَ رِضًا إِلاَّ قَضَيْتَهَا، يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ

Tidak ada sesembahan yang benar melainkan Allah yang Maha Penyantun dan Mahamulia, Mahasuci Allah Rabb Arsy yang agung, segala puji millik Allah Rabb sekalian alam, aku memohon kepada-Mu hal-hal yang menyebabkan datangnya rahmat-Mu, dan yang menyebabkan ampunan-Mu serta keuntungan dari tiap kebaikan dan keselamatan dari segala dosa. Janganlah Engkau tinggalkan pada diriku dosa kecuali Engkau ampuni, kegundahan melainkan Engkau berikan jalan keluarnya, tidak pula suatu kebutuhan yang Engkau ridhai melainkan Engkau penuhi, wahai Yang Maha Penyayang di antara penyayang.

Amalan Lain Dalam Menyempurnakan Shalat Hajat

Untuk menyempurnakan amalan Shalat Hajat hendaknya disertai dengan amalan-amalan lainnya. Berikut ini adalah beberapa amalan yang juga bisa mempercepat dikabulkannya doa. Wudhu yang Sempurna

Dalam hadist dengan jelas disebutkan jika sebelum melaksanakan sholat hajat, hendaklah berwudhu terlebih dahulu dengan wudhu yang terbaik. Bahkan bisa jadi wudhu terbaik dan sholat hajat 2 rakaat adalah satu paket amalan yang tidak bisa saling melepaskan. Karena itu, hendaknya kita mengerjakan wudhu sebaik mungkin sebelum melaksanakan shalat hajat tersebut.

Selain itu, hal ini bisa menjadi bahan perenungan bagi kita, apakah wudhu yang selama ini kita kerjakan sudah baik dan benar? Seringkali kita mengabaikan amalan-amalan yang bersifat rutinitas sehingga hilang makna sejati yang terkandung di dalamnya, contohnya seperti wudhu ini. Secara tidak langsung, Rasulullah seperti ingin menyampaikan bisa jadi tidak terpenuhinya berbagai kebutuhan kita disebabkan karena, kita lalai dalam beribadah dengan contoh wudhu yang tidak sempurna. Wallahu a’lam Memperbanyak Baca Istighfar

Kalimat istighfar adalah kalimat permohonan ampun kita sebagai hamba kepada Allah, atas berbagai dosa dan kesalahan yang kita lakukan. Sejatinya, manusia memang tidak luput dari berbagai kesalahan baik itu disengaja atau pun tidak. Karenanya, Rasulullah memberikan keteladanan dengan membaca setiap hari sebanyak 70 kali.

Rasulullah SAW saja yang sudah terjamin akan ampunanNya, masih membaca istighfar setiap sebanyak 70 kali. Rasanya kita sebagai manusia biasa harus lebih banyak dalam membaca istighfar, sebagai bentuk pertaubatan atas berbagai kesalahan dan berharap ampunan di hari kiamat nanti.

Disamping itu, kalimat istighfar ini adalah solusi jika kita merasa tak berkucupan akibat rizki yang kurang. Sebuah hadist mengatakan, Rasulullah bersabda,”Sesungguhnya seorang hamba bisa tertahan rezkinya karena dosa yang dilakukannya.” (HR. Ahmad, Ibnu Hibban dan Ibnu Majah)

Memperbanyak Tilawah

Al Qur’an adalah kalamNya, sebuah tuntunan dan pedoman yang secara khusus diturunkan untuk umat manusia. Sebagai mukjizat terbesar sepanjang masa, Al Qur’an sudah barang tentu mampu menjadi solusi atas berbagai masalah yang dihadapi umat.

Selain bertilawah, sempatkan juga untuk membaca terjemahan dan mentadabburinya. Insya Allah dengan manisnya iman, kita bisa menemukan solusi atas berbagai permasalahan yang kita hadapi. Memperbanyak sedekah

Sedekah adalah sebuah amalan yang bisa dikategorikan amalan paling mudah. Sedekah tidak memiliki batasan, hanya berasal dari niatan baik pun sudah termasuk dalam sedekah. Dari mulai sekedar senyum, membuang duri di jalan hingga mengeluarkan harta di JalanNya (Infaq).

Ada banyak hadist yang menjelaskan tentang berbagai keutamaan sedekah, diantaranya,

Barangsiapa ingin doanya terkabul dan dibebaskan dari kesulitannya hendaklah dia mengatasi (menyelesaikan) kesulitan orang lain. (HR. Ahmad)

Turunkanlah (datangkanlah) rezekimu (dari Allah) dengan mengeluarkan sodaqoh. (HR. Al-Baihaqi)

Allah Tabaraka wata’ala berfirman (di dalam hadits Qudsi): “Hai anak Adam, infaklah (nafkahkanlah hartamu), niscaya Aku memberikan nafkah kepadamu.” (HR. Muslim)

Dan masih banyak lagi. Insya Allah setelah melaksanakan sholat hajat lantas disertai dengan bersedekah maka segala hajat kita akan segera lekas terkabul.

Dengan demikian, Definisi dan Panduan Lengkap Shalat Hajat Beserta Niat dan Doanya telah dibeberkan untuk kita semua. Semoga dengan Panduan Lengkap Shalat Hajat ini, kita tidak lagi lupa akan Niat dan Doa Shalat Hajat. Semoga bermanfaa.
loading...

0 komentar