Sang Singa dan Si Tikus, Sebuah Pesan Untuk Sang Boss

Sang Singa dan Si Tikus, Sebuah Pesan Untuk Sang Boss
Ilustrasi: Sang Singa dan Si Tikus, Sebuah Pesan Untuk Sang Boss

Cerita Inspiratif hari ini adalah Sang Singa dan Si Tikus, Sebuah Pesan Untuk Sang Boss

Suatu hari ada seekor singa tertidur dengan lelapnya, dan datanglah seekor tikus dengan sengaja berjalan diatas kepala singa tersebut. Kemudian terperanjatlah singa itu dari tidurnya yang lelap dengan sangat murka akibat ulah si tikus, sang singa berkata: “Kurang ajar kau tikus mengganggu tidurku yang lelap,” dan langsung seketika sang singa menangkap tikus itu untuk dibunuhnya. Ketika hendak dibunuh oleh sang singa, si tikus itu menangis terisak-isak dan tersedu-sedu sambil mengiba agar sang singa melepaskan si tikus dan tidak membunuhnya,

“Ampun singa ampun, jangan bunuh aku, aku tidak akan mengulangi kekurang-ajaran ku pada mu, aku mohon niat baik mu untuk melepaskan ku, aku mohon singa lepaskan aku,”

kata tikus sambil menatap nanar muka sang singa. Hati sang singa pun luluh kemudian melepaskan dan membiarkannya pergi.

Pada keesokan harinya disaat matahari ditengah-tengah langit, sang singa yang sedang mencari makanan siang (berburu) terperangkap dalam jebakan yang dipasang oleh para pemburu. Sang singa pun berteriak, meronta dan mengaum sampai suaranya terdengar oleh binatang-binatang sekitarnya termasuk si tikus yang dilepaskan oleh nya pada hari yang lalu, 

”Tolong, tolong, tolong, selamatkan aku!”.

 Namun tak ada satu pun binatang yang menghiraukan teriakannya kecuali si tikus.  

“Itu kan suara sang singa kemarin, apa yang terjadi padanya?”,  ujar si tikus dalam hati.

Tanpa pikir panjang si tikus itu bergegas untuk menyelamatkan sang singa. Si tikus kemudian menemukan sang singa yang terjebak dalam jerat yang kuat di atas pohon.

Sang tikus berkata: “Jangan takut!! Aku akan segera melepaskan mu”.

Dan dengan cepatnya sang tikus itu memotong tali dengan giginya yang tajam. Jerat tali pun terputus dan sang singa jatuh dan keluar dari jebakan dengan selamat. Kemudian sang singa itu pun mengucapkan terimakasih banyak kepada sang tikus. Sang singa berkata:  

”Sungguh aku tidak menyangka, hewan lemah seperti mu mampu melakukan apa yang tidak bisa aku lakukan?“

“Janganlah kamu meremehkan aku yang lemah ini, setidaknya aku  memeliki kelebihan yang bisa menyelamatkan mu”, jawab si tikus dengan bijaksana.

Setelah kejadian itu sang singa dan si tikus menjadi teman akrab tanpa melihat kekurangan masing masing dan hidup dengan damai

لاَ تَحْتَقِرْمَنْدُوْنَكَ فَلِكُلِّ شَيْئٍ مَزِيَّةٌ 

(laa tahtaqir man duunaka falikulli syai'in maziyyah
Artinya: 
"Jangan menghina seseorang yang lebih rendah daripada kamu, karena segala sesuatu itu mempunyai kelebihan".

Diterjemahkan dan dikembangkan oleh Lindra Sabana dari cerita Al-Asadu Wal Fa-ru dalam buku  Al-Qira'ah Ar-Rasyidah, karya Syeikh Abdul Fatah dan Syeikh Ali Umar

Image by https://s-media-cache-ak0.pinimg.com/originals/b0/4/04/b0480421e3d54b95deda896a78a832c4.jpg
loading...

0 komentar