Ramadhan: Bulan Pembersihan Jiwa dan Jasmani

Ramadhan: Bulan Pembersihan Jiwa dan Jasmani
Ramadhan: Bulan Pembersihan Jiwa dan Jasmani
Bulan Ramadan, yang di dalamnya terdapat ibadah puasa, identik dengan bulan pembersihan jiwa (tazkiyah al-nafs). “Ramadan fasting offers an opportunity for tazkiyah,” tukas Dr. Molook Roghanizad, dari Virginia, bahwa puasa Ramadan menawarkan sebuah kesempatan untuk pensucian diri.

Takwa sebagai tujuan puasa tidak begitu saja diperoleh, tanpa melalui tahapan perjuangan pengendalian diri (mujahadah al-nafs), perjuangan dengan sungguh-sungguh mengendalikan ego pribadi negatif (nafs al-ammarah bi al-suu’). Takwa terhadap mujahadah bagai kebutuhan formal yang tak dapat dipisahkan. “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah, dan carilah wasilah kepada-Nya, dan berjuanglah dengan sungguh-sungguh agar kamu sekalian beruntung,” (QS. Al-Maidah/5: 35). Begitu pentingnya, sehingga Rasulullah SAW. menyebut sebagai “perang sesungguhnya” (al-jihad al-akbar). Di dalam Ihya’ disebutkan:

الْمُجَاهَدَةُ مِفْتاَحُ الْهِداَيَةِ، لاَ مِفْتاَحَ لَهَا سِواَهاَ

Mujahadah itu kunci pembuka petunjuk Allah. Tidak ada kunci lain selainnya.

Dengan demikian, mujahadah al- nafs merupakan pintu masuk bagi terselenggaranya tazkiyah al-nafs yang optimal dan maksimal.

Di dalam tazkiyah al-nafs itu kita diajarkan oleh Nabi SAW. untuk bersikap lebih utama dari bulan-bulan sebelumnya. Kita diperintahkan berpuasa, tentunya bukan dalam rangka menahan gejolak syahwat kita pada siang hari belaka, justeru dengan demikian kita tidak akan mendapatkan manfaat dari lapar ketika berpuasa itu.


Ramadhan: Bulan Pembersihan Jiwa dan Jasmani


Allah mengingatkan dalam surat As Syams , beruntunglah orang yang membersihkan jiwanya dan merugilah orang yang mengotori jiwanya. Puasa Ramadhan adalah salah satu cara yang diajarkan Allah pada orang ber-iman untuk membersihkan jiwanya dari berbagai kotoran dan penyakit. Dan sebagai bulan PEMBERSIH Jiwa dan Jasmani.

Orang yang mengikuti cara puasa orang khawasul khawas insya Allah akan dibersihkan jiwanya dari berbagai kotoran dan penyakit. Hasil nyata dari puasa khawasul khawas ini adalah peningkatan ketakwaan pada Allah swt. Beberapa amalan khawasul khawas yang dapat kita contoh selain menahan lapar dan haus antara lain:
  1. Menjaga lidah dari ucapan yang sia sia dan menimbulkan dosa seperti bergurau, bergunjing, mencela dan mengumpat.
  2. Mengarahkan lidah untuk banyak membaca ayat Qur’an, berdzikir dan mengucapkan kata kata nasehat yang menyejukan hati.
  3. Menjaga mata dari memandang lawan jenis dan hal lain yang dapat membangkitkan syahwat.
  4. Mengarahkan mata untuk membaca Al-Qur’an dan kajian ilmu yang mendekatkan diri pada Allah.
  5. Menjaga telinga dari mendengarkan ucapan atau suara yang sia sia , seperti mendengar gunjing dan gosip, mendengar musik hingar bingar dan lain sebagainya
  6. Mengarahkan telinga untuk sering mendengar lantunan ayat suci Al-Qur’an, mendengar nasihat dan pengajian .
  7. Memperbanyak ibadah sunah seperti taraweh, tahajud,Istighfar, tasbih dzikir mengingat Allah, mengikuti kajian ilmu agama.
  8. Meningkatkan amal sedekah, kegiatan sosial dan amal soleh lainnya.

Jika kita melaksanakan ibadah puasa ini dengan tepat dan benar, insya Allah pada bulan syawal nanti jiwa kita akan bersih selayaknya anak bayi yang baru lahir.

Puasa Ramadhan membersihkan penyakit jasmani


Rasulullah mengatakan :” Shuumu tasshihuu….berpuasalah kalian agar sehat”. Ilmu pengetahuan membuktikan bahwa sebagian besar penyakit bersumber dari perut. Pola makan yang buruk telah memicu berbagai penyakit degeneratif pada masyarakat perkotaan . Kolesterol , darah tinggi, diabetes, asam urat, jantung koroner, gangguan magh , stroke dan lain sebagainya. Nabi saw bersabda: “Tidaklah seorang anak Adam mengisi wadah yang lebih buruk dari perutnya. Sebenarnya beberapa suap saja sudah cukup untuk menegakkan tulang rusuknya. Jika terpaksa dia harus mengisinya, maka sepertiga untuk makanannya, sepertiga untuk minumnya, dan sepertiga lagi untuk bernafas" (HR. Turmudzi, Ibnu Majah dan Ahmad). Pola makan yang buruk dan berlebihan terbukti menjadi sumber dari berbagai penyakit yang diidap masyarakat dunia dewasa ini. Pola makan seimbang, tidak berlebihan, dan puasa atau diet terbukti menjadi obat mujarab dari berbagai penyakit degeneratif.

PUASA memiliki banyak hikmah dan manfaat bagi kesehatan tubuh. Ketika berpuasa organ penting tubuh seperti lambung, jantung, pankreas, liver mendapat kesempatan untuk beristirahat. Sel tubuh yang berjumlah miliaran mendapat kesempatan untuk meremajakan diri dan menghimpun kekuatan untuk memperbaiki berbagai kerusakan yang terjadi didalam tubuh. Puasa juga berfungsi sebagi detokfikasi untuk mengeluarkan kotoran, toksin dan racun berbahaya dari jaringan tubuh. Tentu saja semua efek positip tersebut hanya terjadi jika puasa dilakukan dengan tepat dan benar.

Agar manfaat puasa bisa dirasakan tubuh secara maksimal, lakukanlah puasa dengan benar. Saat paling kritis adalah ketika berbuka puasa, jangan makan secara berlebihan . Rasulullah mengajarkan berbukalah dengan dua atau tiga butir kurma. Isilah perut secara bertahap, jangan diisi secara mendadak hingga penuh. Perut membutuhkan adaptasi dari kondisi lapar dan istirahat, kepada kondisi aktif kembali mengolah makanan. Hindari makan hingga kenyang selama bulan Ramadhan. Puasa yang benar akan memperbaiki metabolisme , meningkatkan daya tahan tubuh dan mengeluarkan berbagai racun dan kotoran yang mengendap didalam tubuh.

Insya Allah puasa pada Bulan Ramadhan ini merupakan sarana yang tepat untuk membersihkan JIWA dan JASMANI dari berbagai kotoran dan penyakit yang dapat merusak kwalitas hidup baik didunia maupun diakhirat kelak. Jiwa serta jiwa dan jasmani yang bersih dan sehat merupakan jalan untuk mendekatkan diri pada Allah, sehingga didapat mutu dan kwalitas hidup yang baik didunia maupun akhirat karena Pembersihan Jiwa dan Jasmani itu sendiri.
loading...

0 komentar