Pemimpin Menurut Ajaran Islam

Assalammu’alaikum ikhwan dan akhwat...
Ba’da zhuhur tadi ane mendengar kultum (kuliah 7 menit) di musholla di tempat kerja ane, dalam materi kultum tadi sedikit berbicara tentang pemimpin. Menurut ikhwan dan akhwat Akhbar Islam, apa sih arti Pemimpin Menurut Islam? Bagaimana Kriteria Pemimpin Menurut Islam? Apa saja ciri-ciri pemimpin menurut islam?


Pemimpin Menurut Ajaran Islam
Pemimpin Menurut Ajaran Islam
Dalam Islam pemimpin disebut dengan Khalifah. Khalifah (Ar.: Khaliifah adalah wakil, pengganti atau duta). Sedangkan secara istilah Khaliifah adalah orang yang bertugas menegakkan syariat Allah SWT, memimpin kaum muslimin untuk menyempurnakan penyebaran syariat Islam dan memberlakukan kepada seluruh kaum muslimin secara wajib, sebagai pengganti kepemimpinan Rasulullah SAW .

Dari pengertian diatas jelas bahwa pemimpin menurut pandangan Islam tidak hanya menjalankan roda pemerintahan begitu saja namun seorang pemimpin harus mewajibkan kepada rakyatnya untuk melaksanakan apa saja yang terdapat dalam syariat Islam walaupun bukan beragama Islam. Serta mempengaruhi rakyatnya untuk selalu mengikuti apa yang menjadi arahan dari seorang pemempin.
  • Seorang pemimpin harus memiliki sifat STAF, yaitu : 
  • Shidiq (selalu berkata dan berikap jujur dan benar)
  • Tabligh (accountable dan auditable)
  • Amanah (credible dan capable)
  • Fathanah (smart dan visioner)

Apa saja Kriteria Pemimpin Dalam Islam? Dalam Islam pasti memiliki kriteria sebagai pemimpin, tapi apa saja kriteria pemimpin menurut islam, ada beberapa kriteria pemimpin menurut islam :
  • Beriman dan beramal shaleh
  • Niat yang lurus
  • Laki-laki
  • Tidak meminta jabatan
  • Berpegang pada hukum Allah
  • Memutuskan perkara dengan adil
  • Menasehati rakyat
  • Tidak menerima hadiah
  • Tegas
  • Lemah lembut

Pemimpin Menurut Ajaran Islam


Pemimpin dalam Islam menyedekahkan kekayaannya untuk rakyat, bukan mencari kekayaan mumpung jadi pemimpin. (Kalo ingin jadi orang kaya, mestinya jadi pengusaha saja, bukan jadi pejabat)

Pemimpin dalam Islam hidup serderhana di tengah penderitaan dan kemiskinan rakyatnya, bukan bersenang-senang dan bermewah-mewah di atas penderitaan dan kesengsaraan rakyatnya.

Pemimpin dalam Islam yang terakhir kali bertahan dalam kancah perjuangan (ekonomi dan politik) setelah seluruh rakyatnya selamat.

loading...

0 komentar